Bupati Lamandau Tutup Kegiatan BBGRM Tingkat Kecamatan Bulik Tahun 2025

Oktober 8, 2025
Penutupan BBGRM di Guci Tahun 2025

Guci, Bulik — Rabu (6/8/2025) menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXII, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Kecamatan Bulik. Penutupan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Desa Guci dan dipimpin langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, SE., MM.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan SDA Setda Lamandau, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Camat Bulik, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Bulik, Forkopimcam, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Nuansa Adat dan Kebersamaan

Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut secara adat melalui prosesi Pontong Pantang, sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan. Nuansa tradisional tersebut menambah khidmat suasana penutupan kegiatan yang telah berjalan sukses selama beberapa waktu di wilayah Bulik.

Dalam sambutannya, Bupati Rizky Aditya Putra menekankan bahwa ketiga momentum ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam memperkuat pondasi pembangunan daerah.
“Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk membangun Lamandau dari desa,” ujarnya.

Pembangunan Tak Hanya Fisik, tapi Juga Nilai

Lebih jauh, Bupati mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan pembinaan mental dan sosial masyarakat.
“Membangun desa bukan semata soal jalan atau jembatan, tapi juga membangun karakter, nilai, dan kehidupan yang rukun,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan kegiatan BBGRM sebagai momentum mempererat solidaritas, memperkuat gotong royong, serta menjaga harmoni antarwarga.

Aksi Nyata Peduli Lingkungan dan Keagamaan

Sebagai penanda resmi berakhirnya kegiatan, Bupati Lamandau memukul gong penutupan secara simbolis. Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di area sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Tak hanya itu, Bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Maranatha Jemaat GKE Guci, menandai dimulainya pembangunan sarana ibadah baru di desa tersebut.

Rangkaian kegiatan hari itu menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Lamandau berjalan beriringan antara aspek fisik, spiritual, dan lingkungan, sejalan dengan semangat gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat.

Berita Lainnya