Kecamatan Bulik merupakan salah satu dari delapan kecamatan di Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Ibukota kecamatan ini berada di Kelurahan Nanga Bulik, yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Lamandau. Luas wilayah Kecamatan Bulik mencapai 766,34 km² (BPS Kabupaten Lamandau, 2024) dengan jumlah penduduk sekitar 40.207 jiwa pada tahun 2024, sehingga memiliki kepadatan penduduk 87,4 jiwa/km².
Sebagai perangkat daerah, Kecamatan Bulik melaksanakan sebagian kewenangan Bupati dalam bidang pemerintahan, pembangunan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta pelayanan administrasi masyarakat. Fungsi utama kecamatan ini adalah menjadi ujung tombak pelayanan publik dan pembinaan desa/kelurahan melalui koordinasi pemerintahan, integrasi program pembangunan, pembinaan administrasi, serta pelayanan dokumen kependudukan dan perizinan.
Selain itu, Kecamatan Bulik berperan dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Lamandau HEBAT (Harmonis, Elok, Berkelanjutan, Adaptif, dan Terdepan) melalui pelayanan prima yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Hal ini ditunjang oleh aparatur sipil negara yang profesional, sarana dan prasarana perkantoran yang memadai, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan pembangunan, khususnya melalui forum Musrenbang di berbagai tingkatan.
Sejarah Kecamatan Bulik bermula pada tahun 1918 ketika Nanga Bulik masih berupa dusun kecil di muara Sungai Bulik. Karena letaknya yang strategis serta kaya akan sumber daya alam, Pemerintah Belanda bersama Kesultanan Kotawaringin menempatkan Pangeran Jangkang sebagai Pasoder (setingkat pembantu camat) untuk mengatur kehidupan masyarakat di wilayah pedalaman, khususnya di sepanjang DAS Lamandau, Bulik, Menthobi, Palikodan, Belantikan, Delang, dan Batangkawa. Kemudian pada tahun 1920, Nanga Bulik ditingkatkan statusnya menjadi Onder Distrik, yang dipimpin oleh beberapa tokoh, di antaranya Eren Sandan, Marthin Assan, Saman, dan Gusti Hamidan.
Pada tahun 1939, Onder Distrik Nanga Bulik resmi berubah menjadi Kecamatan Nanga Bulik, dengan camat pertamanya Pangaruh, yang diberi gelar Mas Kaya Patinggi Agung Mangku Arai atau lebih dikenal dengan sebutan Camat Maskaya. Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Nanga Bulik bertahan hingga masa awal kemerdekaan. Seiring dengan penataan pemerintahan, pada tahun 1952 wilayah ini dimekarkan menjadi dua kecamatan, yaitu Kotawaringin Utara (beribukota di Tapin Bini) dan Kotawaringin Timur (beribukota di Nanga Bulik). Selanjutnya pada tahun 1962, setelah terbentuk Daerah Swatantra Tingkat II Kotawaringin Barat, Kecamatan Kotawaringin Timur resmi berganti nama menjadi Kecamatan Bulik.
Memasuki era otonomi daerah, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2002 terbentuklah Kabupaten Lamandau dengan Bulik sebagai ibukotanya. Kemudian pada tahun 2005, Kecamatan Bulik dimekarkan menjadi tiga wilayah baru, yaitu Bulik Timur, Menthobi Raya, dan Sematu Jaya, sementara Kecamatan Bulik tetap dipertahankan sebagai pusat pemerintahan. Hingga saat ini, Kecamatan Bulik terus berkembang sebagai jantung Kabupaten Lamandau, dipimpin oleh camat secara estafet, dengan camat terakhir adalah Fauji Rahman, S.P. yang menjabat sejak tahun 2023.
1920 → Nanga Bulik ditingkatkan menjadi Onder Distrik, dipimpin oleh tokoh: Eren Sandan, Marthin Assan, Saman, dan Gusti Hamidan.
1939 → Onder Distrik berubah menjadi Kecamatan Nanga Bulik. Camat pertama: Pangaruh (Camat Maskaya).
1952 → Kecamatan Nanga Bulik dimekarkan menjadi:
Kecamatan Kotawaringin Utara (ibukota Tapin Bini)
Kecamatan Kotawaringin Timur (ibukota Nanga Bulik)
1962 → Setelah terbentuk Daerah Swatantra Tingkat II Kotawaringin Barat, Kecamatan Kotawaringin Timur resmi berganti nama menjadi Kecamatan Bulik.
2002 → Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2002, terbentuk Kabupaten Lamandau, dengan Bulik sebagai ibu kota.
2005 → Dilakukan pemekaran wilayah: Kecamatan Bulik dimekarkan menjadi Bulik, Bulik Timur, Menthobi Raya, dan Sematu Jaya.
2023 – Sekarang → Kecamatan Bulik dipimpin oleh Fauji Rahman, S.P.
2005 – 2008 : Drs. Perdie
2008 – 2009 : Triadi Eka Asi Jayadiputra, S.STP (Plt.)
2009 – 2018 : Atie Dieni, S.Sos
2009 : Drs. Muriadi (Plh.)
2018 – 2019 : M. Syaifudin Zuhri, SE, M.A.P
2019 – 2020 : Abdul Kohar, S.Pd
2020 : Arbaen, SH (Plt.)
2020 – 2023 : Mul’atmidy, S.Sos, M.A.P
2023 – Sekarang : Fauji Rahman, S.P
Visi
“Terwujudnya Kabupaten Lamandau yang Maju, Unggul, Sejahtera, Berkeadilan dan Berkelanjutan”
UNGGUL
Terbentukya SDM yang unggul berkualitas dan memiliki kompetensl di berbagai bidang. Dibutuhkan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas serta pelatihan keteramilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
MAJU
Daerah yang berkembang dan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Kemajuan ini tidak hanya mencakup pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah.
SEJAHTERA
Kondisi kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat dengan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar. Dibutuhkan Pengembangan usaha lokal investasi dalam sektor produktif, serta program bantuan sosial tepat sasaran.
BERKEADILAN
Setiap warga memiliki hak yang sama dalam memperoleh manfaat pembangunan, tanpa adanya diskriminasi atau ketimpangan. Pembanguan yang merata di selunuh wilayah, termasuk dalam aspek aksesbilitas, konektivitas dan infrastruktur.
BERKELANJUTAN
Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan. Setiap aspek pembangunan, baik ekonomi, sosial, maupun intrastruktur, dapat berjalan secara harmonis dan berkesinambungan.
Misi
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR KECAMATAN BULIK
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mari kita wujudkan Kecamatan Bulik yang maju dan sejahtera. Pelayanan terbaik untuk masyarakat adalah prioritas dan pengabdian kami.”
“Mendukung penuh visi pimpinan dengan mewujudkan sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Kecamatan Bulik.”